Judul buku: CU Lestari Jadikan Hidup Lebih Berseri
Penulis: Royani Ping, Mathias Hariyadi.
Editor: Royani Ping.
Jumlah halaman: xxiii & 378.
Harga buku: Rp 130.000,00.
ISBN: 978-623-xxxx-x-x
Nantinya, buku dengan judul CU Lestari Jadikan Hidup Lebih Berseri ini bisa diperoleh di Yayasan Karsa Cipta Asa (YKCA); melalui narahubung YKCA dengan akun email: yayasan.kca@yahoo.com.
Sinopsis buku
Menulis sejarah 25 tahun Koperasi CU Lestari Wonosobo bukan sekadar menyusun kronologi peristiwa. Lebih dari itu, buku ini menggali “roh baik” atau “spiritualitas pelayanan” yang sejak awal menghidupi koperasi ini.
Spiritualitas para pendiri
Koperasi ini lahir bukan dari perhitungan bisnis semata, melainkan dari keprihatinan dan belarasa. Para suster Kongregasi PMY -terutama Sr. Alfonsa PMY dan Sr. Theresianne PMY- memulai dari pelayanan kesehatan di desa-desa pegunungan. Mereka menyaksikan penderitaan petani yang terjerat hutang dan harga hasil panen yang tidak adil. Dari sanalah lahir gagasan perubahan: bertani sayuran organik menggantikan tembakau, gerakan menabung, hingga pembentukan lembaga simpan pinjam.
Dari gerakan menjadi lembaga
Dengan semangat pelayanan dan keberanian inovasi, para suster mengajak petani muda untuk menabung dan mengelola keuangan secara mandiri. Gerakan sederhana ini berkembang menjadi Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP), yang kelak bertransformasi menjadi Koperasi CU Lestari. Sr. Theresianne PMY, yang berpengalaman 12 tahun di Belanda, mempercayakan pengelolaan koperasi ini kepada anak-anak muda lulusan SMA dan para pendamping senior.
Warisan rohani dan sosial
Nama-nama seperti Aji, Sigit, Indri, Muji Hartati, dan para suster PMY lainnya menjadi penggerak awal. Mereka bukan hanya membangun lembaga, tetapi juga mewariskan “spiritualitas pelayanan”: kerja jujur, semangat berbagi, dan keberanian bermimpi besar dari yang kecil.
Makna sejarah yang hidup
Buku ini tidak hanya mengenang masa lalu, tapi menjadi jembatan ke masa depan. Ia mengajak generasi baru CU Lestari untuk terus menyalakan api semangat: bahwa kesejahteraan tidak dicapai sendiri, melainkan dalam kebersamaan, kepercayaan, dan pelayanan.
